Hapus Sekolah Ala Kapitalis dan Bangun Sekolah Rakyat

Rabu, 05 November 2014

Di senja sore hari depan secretariat forum komunikasi siswa progresif dengan angin yang menghembus kencang di tengah persawahan dengan di kelilingi pepohonan hijau yang masih sejuk di desa tepatnya dusun Penanian desa Batetangng Kecematan Binuang, Polewali Mandar muncul keceriaan anak-anak disekelilingnya dengan belajar bersama kawan-kawan forum komunikasi siswa progresif dengan belajar bahasa Inggris ala sekolah rakyat yang diterapkan dengan system belajar sambil bermain.

Bermodalkan alat mengajar sederhana yang dikumpul dengan hasil keringat kawan-kawan forum komunikasi siswa progresif hingga dapat membeli selembar papan putih untuk kami gunakan sebagai papan tulis untuk mengajar adik-adik kami, sumber pengajarpun kami ambil dari kawan-kawan Forum Komunikasi Siswa Progresif yang mempunyai kemampuan dalam berbicara bahasa Inggris dan itupun terlaksana lebih baik dari pada penerapan belajar di bangku sekolah menurut aku.


Belajar sambil bermain adalah istilah yang kami gunakan dalam membangun sekolah rakyat ini, dan kata ini kami adopsi dari prinsip dasar dari forum komunikasi siswa progresif yaitu pendidikan ‘ilmiah, demokratik dan berbasis kerakyatan” serta dasar terbangunnya forum komunikasi siswa progresif dengan kata “semua orang adalah guru dan alam raya adalah sekolahku” itulah istilah dan kata yang menjadi acuan kami membuat sekolah rakyat, atau taman belajar ilmiah ala Forumkomunikasi Siswa Progresif yang hari ini udah terealisasikan dengan baik dalam kurung waktu dua bulan lebih, dan mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Mereka yang kami ajar adalah sebagian kecil  anak bangsa yang secara ekonomi kurang mampu. Ketika kita melirik ke berbagai wilayah di Nusantara, maka yang kami hadapi adalah bukan hanya mereka yang kurang beruntung mengenyam pendidikan yang sesungguhnya seperti mereka anak-anak borjuasi yang sangat beruntung dapat sekolah di sekolah ternama dan di kursusan ternama hingga mereka dapat melanjutkan study nya di luar negeri. Pertanyaanya, kapan kita mendapat pendidikan seperti mereka..? kawan-kawan seperjuangan apakah kita hanya diam mengeluarkan air liur menganga melihat mereka..? tidak kawanku, saatnya kita berjuang mendapatkan hak kita dan hak itu bukan hanya hak mereka, namun hak kita bersama di Negeri ini.

Para investor asing yang telah menanamkan modalnya ke segala line kehidupan khususnya pendidikan saat ini membuat pendidikan dijadikan pasar di Negeri kita ini sehingga, pendidikan yang tinggi, dan pendidikan yang baik, kita dambakan bersama membuat sangat sulit kita jangkau. Contoh kasus anak bangsa di pelosok desa di Polewali Mandar yang informasi kami dapat dari salah satu tim jurnalis Forum Komunikasi Siswa Progresif yang katanya dia adalah siswa yang mendapat setiap tahunnya siswa terbaik di sekolah ternama di Polewali Mandar yaitu sekolah SMAN 1 Polewali Mandar yang kurang beruntung melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi karena terhalang oleh persoalan biaya. sekolah di SMAN 1 Polewali Saja dia mendapat uluran tangan dari orang dermawan di daerah sekitarnya., menelusuri kehidupan anak itu tim jurnalis Forum Komunikasi Siswa Progresif memantau kehidupan anak itu, dan benar bahwa anak itu adalah berasal dari pelosok desa di Tinambung Polewali Mandar dengan kehidupan yang sangat memperhatikan. Peran pemerintah yang kami tanyakan dalam hal ini dimana janji pemerintah untuk memperhatikan pendidikan khususnya di Polewali Mandar yang janjinya akan menyekolahkan anak bangsa di Polewali Mandar yang kurang mampu hingga perguruan tinggi.

Dari kasus ini ketika kita hanya mendambakan janji palsu pemerintah sewaktu kampanye akan bagaimana nasib anak bangsa dalam dunia pendidikan, apakah kita hanya harus melihat anak bangsa yang kurang mampu untuk tidak sekolah kawan-kawan..? jangan mengatakan kita akan mendengar janji mereka namun kita katakan kita pasti punya jalan untuk bagaimana kita lepaskan anak bangsa dari kebodohan. Ingat kawan pendidikan adalah milik kita bersama dan itu menjadi hak kita yang harus direbut.

UUD 1945 yang terang dikatakan bahwa semua anak bangsa wajib mengenyam pendidikan selama 12 tahun, kalau kita berdasarkan Amandemen UUD 1945 diatas apakah sampai itu kita yang kelas bawah ekonominya  harus mengenyam pendidikan sampai SMA saja dan itupun UUD 1945 diatas masih banyak dicampuri tangan-tangan kotor untuk mengambil anggaran pendidikan buat kita dan ditambah lagi pembayaran liar yang ada di pihak sekolah. Jadi kalau kita pikir sanggup tidak, kita untuk bersekolah sampai 12 tahun yang dijanjikan? Apakah salah ketika kita menyebut pendikan hanya orang kaya dan orang miskin dilarang sekolah? kata ini pasti sangat benar buat kita kawan.

Melihat program kerja Forum Komunikasi Siswa Progresif yang membangun sekolah rakyat namun masih skala dusun namun bagiku, ketika kita lihat realisasinya di pendidikan itulah jalan alternative agar pendidikan di kalangan kelas proletar dapat dirasakan juga mulai tahu tentang berbicara asing, menghitung, tahu tentang sosial dan sebagainya. Kenapa tidak kawan dari hal kecil ini yang sudah terlihat realisasinya bagi pendidikan di kelas proletar kita jadikan tuntutan dan pandangan agar membangun sekolah rakyat di berbagai wilayah di Negeri ini, apalagi yang perlu di dambakan dari pendidikan ala kapitalis hari ini yang telah nyata sudah di jadikan pasar sebagai ladang mencari keuntungan bagi mereka.

Stop pendidikan ala kapitalis dan bangun sekolah rakyat. kenapa tidak kita jadikan kata ini sebagai slogan perjuangan kita di sector pendidikan untuk menuju pendidikan yang lebih baik dan pasti telah terjangkau di semua kalangan, sekolah rakyat ini bertujuan untuk menghapuskan pendidikan yang berorientasikan pasar. sesuai dengan kondisi saat ini dan menampung anak bangsa khususnya mereka yang kurang beruntung untuk duduk di bangku sekolah seperti mereka yang berduit banyak. sekolah rakyat ini akan memberikan pengetahuan yang objektif dan berguna membangun pendidikan yang sesungguhnya yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia.

Perjuangan bersama dan bersatu dalam satu pikiran dan tindakan yaitu membangun pendidikan rakyat pasti kita bisa untuk membangunnya dan inilah perjuangan kita bersama dan yakin bahwa pendidikan yang merakyat adalah milik kita dan ditangan kita yang sadar akan penindasan.

Stop Pendidikan Ala Kapitalis dan Bangun Sekolah Rakyat…..
Alam Raya Adalah Sekolahku……

Semua Orang Adalah Guruku……

didtulis oleh: Muhammad Jabbar
anggot FKSP-SGMK sekaligus kontributor suara kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar, mengkritik, di kolum dibawah dengan komentar-komentar serrta kritikan yang ilmiah. study, organisasi, dan revolusi. salam muda kerakyatan, salam sosialisme